Sudah lama saya tidak memulis artikel dalam blog ini, sehingga blog ini terkesan sepi.
Pada kesempatan kali ini, saya akan coba sharing beberapa tips ringan yang mungkin bermanfaat buat para MB mania.
Beberapa tips ringan seputar MB ini antara lain adalah :
1. Tips membawa MB dalam perjalanan jauh tanpa sangkar.
Jika pada suatu saat anda akan membawa MB dalam perjalanan jauh tanpa menggunakan sangkar, sebaiknya diperhatikan tips di bawah ini.
a. Gunakan media kardus sebagai pengganti sangkar, dan usahakan kardus tersebut memiliki sirkulasi udara yang cukup. Gunakan kardus yang tidak terlalu tinggi, sehingga MB dapat duduk dengan nyaman dalam kardus tersebut.
MB bisa bertahan dalam 24 jam di dalam kardus dengan sirkulasi udara yang cukup.
b. Ikatlah ekor MB dengan tali rafia yang sudah disobek dengan ukuran kecil (seukuran benang wol). Ikat pada dua bagian, yaitu dekat pangkal ekor dan bagian tengah ekor.
Hal ini bertujuan agar ekor MB tidak mudah patah dan rusak selama dalam perjalanan.
Sebelum ekor diikat, sebaiknya ekor MB dibasuh terlebih dahulu dengan air.
c. Berikan EF berupa jangkrik dalam jumlah 2-3 kali dari ukuran normal EF harian sebelum si MB dimasukkan ke dalam kardus. Jika MB anda terbiasa diberikan EF jangkrik sebanyak 5 ekor di pagi hari, maka berikan 10-15 ekor jika ingin dibawa dalam perjalan jauh. Jika si MB tidak habis mengkonsumsi EF tersebut, EF sisa sebaiknya dimasukkan ke dalam kardus bersama si MB.
d. Hindari kardus penyimpanan MB terkena sinar matahari secara langsung.
e. Jika sudah sampai tujuan, tangkap MB dan basuh dengan air pada bagian ekornya dan tarik tali pengikatnya ke bawah secara perlahan.
f. Berikan kesempatan buat MB untuk mandi setelah tali pengikat ekornya dilepas.
2. Tips menentukan voer yang baik dan cocok buat MB.
Sering kali kita memaksakan jenis voer tertentu untuk MB peliharaan kita. Perlu diketahui, belum tentu voer yang baik dan bagus menurut pilihan kita, cocok buat MB kesayangan.
Gunakan tips ringan di bawah ini untuk menetukan pilihan voer yang baik dan cocok buat MB.
a. Berikan beberapa jenis voer sekaligus dalam beberapa mangkok makanan yang berbeda.
Dengan cara ini, kita bisa melihat bahwa voer yang lebih dulu habis adalah voer yang cocok dan digemari oleh si MB.
b. Waspadai jika MB anda mulai mengacak-acak voernya, sebab bisa jadi voer yang anda berikan adalah voer yang asing baginya, atau bisa jadi voer tersebut adalah voer tiruan atau palsu. MB memiliki tingkat kepekaan (sensitifitas) yang tinggi terhadap voer.
c. Jika anda memaksakan voer bersupplemen tinggi (bisa dilihat dikemasan voer) hindari pemberian EF yang berlebihan, sebab akan membuat MB menjadi mudah gemuk dan lamban.
Demikian juga sebaliknya, jika voernya bersupplemen rendah, maka pemberian EF bisa sedikit ditingkatkan.
d. Hindari merubah jenis voer disaat MB sedang dalam kondisi dorong ekor. Hal ini bisa menyebabkan gangguan metabolisme dan dapat memicu MB untuk kembali mabung dalam selang waktu yang relatif pendek.
3. Tips memilih EF kroto yang baik.
Kroto adalah salah satu EF yang umum diberikan buat MB, walaupun dialamnya MB tidak pernah mengkonsumsi kroto.
Berikut ini adalah tips yang bisa anda gunakan untuk menentukan kriteria kroto yang relatif masih bagus untuk dikonsumsi buat MB.
a. Hindari membeli kroto yang sudah berwarna tidak cerah, dan terlihat sudah tidak segar. Biasanya kroto seperti ini beraroma tidak enak jika dicium.
b. Hindari kroto yang terlihat bersih dan tidak ada kotorannya, sebab kroto seperti ini cenderung sudah diberikan zat pengawet yang bisa berbahaya buat MB.
Kroto yang masih dihinggapi oleh semut dan beberapa ranting atau sobekan daun kecil, jauh lebih bagus dibandingkan dengan kroto yang bersih.
c. Biasakan untuk membeli kroto secukupnya, sebab jika berlebihan selain tidak bagus buat MB, maka kroto sisa juga relatif cepat menjadi basi jika tidak ditangani dengan baik dan benar.
d. Jangan menggunakan tangan secara langsung untuk memisahkan atau memindahkan kroto ke temapat pakan kroto. Tangan yang kotor bisa dengan mudah mengkontaminasi kroto. Sebaiknya gunakan sendok yang bersih.
4. Tangkringan buat MB Berekor Panjang.
Buat MB mania yang memiliki MB berekor panjang, sebaiknya hindari pengunaan 2 tangkringan secara bersilangan.
Menurut pengalaman, 2 tangkringan buat MB berekor panjang sangat mengganggu buat si MB. Tangkringan yang terbawah akan mengganggu si MB pada saat ekornya dijatuhkan ke bawah. Selain bisa menyebabkan ekor mudah pecah, hal ini juga bisa menyebabkan ujung ekor mudah kotor dan lembab terkena kotoran si MB sendiri.
Sedangkan tangkringan atas akan mengganggu si MB pada saat marah atau mencambuk ekornya, sebab MB lebih terbiasa pada tangkringan atas, terutama jika melihat musuh.
Hal ini juga akan menyebabkan si MB merasa tidak nyaman berada pada tangkringan atas.
Solusinya, buat MB berekor panjang, sebaiknya cukup menggunakan 1 tangkringan.
5. Tips mengurangi tingkat stress pada MB.
MB adalah jenis burung yang dapat mengalami stress. Tingkat stress pada MB juga dapat bervariasi sesuai dengan usia rawatan dari si MB.
MB bahan yang masih baru adalah MB yang memiliki tingkat stress yang paling tinggi.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan MB mengalami stress, dan jika tidak ditangani dengan baik, bukan tidak mungkin bisa berakibat fatal buat si MB.
Faktor-faktor umum yang dapat menyebabkan MB stress adalah :
a. Ditangkap dengan tangan. Sebaiknya hindari proses ini, baik buat MB bahan maupun MB yang sudah jadi.
b. Kandang terjatuh. MB akan sangat stress jika mengalami hal seperti ini, karena shock dengan kejadian tersebut.
c. Tertekan dengan suara MB lain yang lebih gacor, atau suara burung lain yang terkesan menekan si MB.
d. Terganggu oleh predator, misalnya kucing atau tikus.
e. Baru saja mengalami perjalanan jauh, dll.
Untuk mengurangi tingkat stress pada MB yang mengalami kejadian seperti di atas, ikutilah tips ringan berikut ini :
1. Mandikan si MB sesegera mungkin, sebab air diyakini bisa mengurangi tingkat stress dan kegelisahan buat MB.
Usahakan agar si MB terlihat basah kuyup, sebab dengan demikian diharapkan si MB akan menjadi lebih tenang dan tidak menjadi giras.
2. Tempatkan atau gantang si MB pada lokasi yang tenang dan nyaman. Ini bertujuan untuk memulihkan kondisi si MB pada keadaan sebelumnya.
3. Berikan EF secukupnya.
6. Tips penjemuran buat MB ring.
Sekarang ini sudah semakin banyak MB yang dihasilkan dari proses penangkaran. Salah satu ciri khas dari MB tersebut adalah penggunaan ring pada pergelangan kakinya, walaupun MB ring tidak indentik dengan MB tangkaran.
Ada sedikit permasalahan buat MB ring pada saat mengalami proses penjemuran. Bahan ring yang terbuat dari logam, memiliki sifat penghantar panas yang baik, sehingga jika tidak disiasati dengan baik, maka ring ini bisa mencederai si MB.
Salah satu tips yang penting untuk diperhatikan, hindari penjemuran dengan jangka waktu yang lama buat MB ring, sebab panas yang terserap oleh ring bisa membuat pembuluh darah pada kaki MB pecah dan dapat mengakibatkan kelumpuhan buat MB.
Selain itu, hindari juga penjemuran pada saat matahari sedang dalam kondisi terik menyengat, dan sebaiknya penjemuran dilakukan pada pagi hari saja.
7. Tips mandi menjelang lomba.
Mandi adalah salah satu kebutuhan buat murai batu.
Buat MB yang akan diturunkan dalam lomba, harap diperhatikan tips berikut ini.
- Untuk MB yang cenderung galak dan fighter, sebaiknya MB ini dimandikan menjelang lomba, khususnya di pagi hari.
Hal ini dilakukan agar sifat galak dan fighternya teredam oleh efek dari mandi yang cenderung menenangkan MB. Jadi diharapkan pada saat lomba, si MB akan bisa bekerja secara optimal.
-Untuk MB yang cenderung tenang dan lambat panas, sebaiknya MB ini tidak dimandikan sejak H-1 menjelang lomba.
Hal ini bertujuan agar MB menjadi sedikit panas dan diharapkan pada saat lomba keluar sifat fighternya dan bisa cepat panas dan bisa optimal.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Kumpulan Tips Ringan melihara muray batu
Cegah hobi burung jadi “petaka”
Berikut ini saya sampaikan sejumlah tips memelihara burung, khususnya untuk penghobi pemula, agar Anda tidak stres dan sangat terkungkung justru oleh hobi Anda yang satu ini:
1. Tidak membeli burung kicauan utama (bukan isian) yang masih bakalan (belum jadi):
Sebagaimana menjalankan sebuah hobi pada umumnya, hobi burung bisa membuat kecanduan. Kecanduan harus diantisipasi agar tidak membuat Anda terjerumus. Untuk menghindari hal itu, maka saya nasihatkan hendaknya Anda tidak memulai memelihara burung yang belum jadi (belum gacor, anakan, muda hutan dan sebagainya).
Burung yang belum gacor, selain membuat kita pusing mencari pola rawatan yang pas, memaster, membuat jinak dsb, juga menjadikan kita selalu “ngiler” dan terpesona oleh burung yang lebih bagus dari yang kita miliki. Karena burung Anda pada dasarnya burung bakalan, maka burung yang lebih bagus dari milik Anda jumlahnya banyak sekali dan sering sekali Anda jumpai. Hal itu membuat Anda selalu tertarik oleh burung lain yang Anda anggap lebih bagus dari milik Anda itu dan selalu “hunting” yang pada akhirnya menggerus kocek Anda. Bisa jadi Anda nambah momongan, bisa pula Anda melakukan tukar tambah (TT).
Tidak sampai di situ, ketika Anda melihat burung lain yang Anda lebih bagus lagi, maka Anda akan segera tertarik untuk membelinya atau melakukan lagi TT dan begitu seterusnya. Tanpa terasa, hanya untuk memiliki burung yang menurut Anda ideal, Anda sudah mengeluarkan uang yang relatif banyak.
Katakanlah kita beli MB muda hutan/bakalan dengan harga Rp. 500.000. Sebulan kemudian, ketika Anda melihat MB yang sudah ngeplong dan relatif jinak, Anda TT-kan dengan milik Anda dan Anda menambah Rp 300.000. Sebulan kemudian, Anda ketemu MB lain yang sudah gacor (tanpa isian khusus), Anda TT-kan dengan milik Anda dengan nambah Rp 400.000. Besok kapan lagi Anda ketemu dengan MB gacor dengan isian LB, CJ dsb, maka Anda TT-kan MB itu dengan milik Anda dan nambah Rp 500.000. Jadi berapa nilai MB terakhir yang Anda miliki? Minimal adalah 500.000 + 300.000 + 400.000 + 500.000 = Rp. 1.700.000. Ini belum termasuk ongkos pakan dan rawatan Anda untuk MB2 yang belum jadi yang pernah Anda miliki sebelumnya, ya katakanlah Rp 300.000. Maka total uang yang sudah Anda keluarkan adalah Rp. 2.000.000. Padahal, dengan jumlah uang yang sama, seharusnya kita sudah bisa membeli MB bagus (minimal bisa memilih2 burung di latberan) tanpa kehilangan tenaga dan mengalami stres panjang (karena sempat memelihara burung bakalan yang seringkali tidak membuat habby malah membuat jengkel).
Keuntungan membeli “burung jadi” dan bagus adalah Anda relatif jarang menemui burung yang kualitasnya berada di atas milik Anda. Hal ini selain meningkatkan kasih sayang Anda kepada momongan yang sudah Anda miliki, juga membuat Anda tidak selalu “ngiler” jika melihat burung lain, sebab Anda selalu berkata dalam hati, “Ah belum menang dengan punya saya, hehehe.”
2. Jangan sekali-sekali membeli burung isian bakalan
Kalau untuk burung kicauan utama saya menasihatkan “tidak membeli” bakalan, maka untuk burung isian saya katakan “jangan sekali-sekali” membeli bakalan. Mengapa? Sungguh melelahkan memelihara burung isian yang belum jadi. Kadang ketika burung isian ini jadi (minimal setelah dirawat 1 tahun), Anda tidak memiliki burung yang sedang sangat membutuhkan isian (dimaster). Juga waktu Anda untuk merawatnya, relatif lama dan karenanya sudah menyedot kocek yang banyak juga. Katakanlah Anda membeli CJ bakalan seharga Rp 60.000 kemudian Anda merawatnya sampai 1 tahun baru jadi. Maka harga perawatan dan pakannya mungkin sudah lebih dari Rp. 300.000. Maka harga burung isian Anda itu sudah Rp. 400.000. Belum lagi Anda sudah membuang waktu percuma selama 1 tahun.
Lagi pula perlu dicatat bahwa burung isian bakalan dan burung isian yang sudah gacor-cor, selisih harganya biasanya tidak terlalu besar. Misalnya bakalan Rp. 60.000, biasanya yang sudah gacor-cor cuma Rp. 150.000. Mengapa harus menyiksa diri selama 1 tahun sekadar untuk memiliki burung isian gacor dengan alasan Anda merasa sayang menambah uang (150.000-60.000) = Rp 90.000 untuk mendapatkannya? Maukah Anda saya gaji tiga kali lipat dari Rp 90.000 untuk merawat burung isian bakalan saya selama 1 tahun sementara Anda juga menanggung pakan dan segala tetek bengek perawatannya? Hehehe, pasti nggak mau dan Anda akan berkilah, “Ya beda dong… ini kan hobi…:” Aha, hobi kok bikin stres…. Memangnya bagaimana membuat hobi kicauan menjadikan hidup lebih hidup? Ya, teruskan dulu baca ini….
3. Lakukan strategi tukar tambah (TT) dalam mendapatkan burung baru.
Kalau Anda melihat burung yang lebih bagus ketimbang punya Anda, coba lakukan strategi TT untuk mendapatkannya.
Strategi ini selain lebih irit untuk keuangan, juga membuat Anda tidak kerepotan memelihara banyak burung. Sebab, sebagian besar pemula, tanpa mereka sadari telah “menumpuk” banyak burung di rumah tetapi secara umum tidak ada yang berkualitas. Ada seorang teman saya punya burung 15 ekor (5 kenari, 2 MB, 2 LB, 1 branjangan, 1 CI, 1 CJ, 2 BT, 1 kacer). Dari sekian burung itu, yang gacor cuma 1 kenari, 1 MB dan 1 BT. Lainnya, bakalan semua. Anda pasti bisa membayangkan betapa repotnya dia. Alih-alih bisa menikmati kicauan MB yang gacor, dia malah pusing memikirkan burung lain yang belum jadi dan entah kapan jadinya……….
Jadi memang begitulah kecenderungannya bahwa pemula suka membeli burung bakalan, dan ketika tertarik burung lagi, dia cenderung tetap mempertahankan burung yang sudah dimilikinya. Mulai dari satu, dua, tiga dan seterusnya tanpa terasa sudah punya belasan burung. Celakanya…… semuanya masih bakalan.
Kerugian menumpuk burung bakalan:
a. Repot berlebih
b. Membuat Anda mengurangi banyak waktu untuk bersenang-senang dengan keluarga
c. Menyedot keuangan keluarga
d. Menambah frekuensi “berbohong” kepada isteri (banyak kan yang bilang membeli burung “hanya” Rp. 50.000 padahal Rp. 500.000, hehehehe…).
e. Menyita ruangan di rumah Anda. Ini sangat tidak menguntungkan bagi penghobi yang rumahnya relatif kecil. Selain membuat kita merasa rumah semakin lama semakin sesak saja, kicauan pun tidak bisa mengembangkan potensi kicauannya secara maksimal.
MENUMPUK BURUNG BAKALAN ADALAH KECENDERUNGAN UTAMA YANG TIDAK DISADARI PARA PEMULA. HAL ITU MENYEBABKAN HOBI BUKAN MEMBUAT HAPPY, JUSTRU MEMBUAT SENGSARA.
Barangkali pemula bisa berkilah “Ah enggak… ini kan hobi.. Ya happy-happy saja”. Mungkin memang demikian kalau hanya berjalan sebulan-dua bulan. Lebuh dari itu?………Mana tahan…..
Lebih dari itu, kita harus menyadari bahwa hobi burung, baik langsung maupun tidak langsung, adalah merusak alam. Karena itu, kurangilah “konsumsi burung” kita. Saya juga berseru dengan penuh pengharapan, mulailah kita memelihara burung-burung hasil tangkaran agar para penangkar semakin bersemangat, selain juga meminimalisasi konsumsi kita atas burung-burung tangkapan hutan.
4. Jangan memaksakan agar semua anggota keluarga juga menyukai hobi Anda
Siapapun Anda, jangan memaksakan agar semua anggota keluarga “memaklumi” hobi Anda dan minta toleransi hanya karena Anda repot mengurus burung. Alih-alih membuat anggota keluarga menyenangi burung, mereka justru membenci burung-burung Anda. Masih untung kalau setiap Anda pulang rumah, burung masih ada di sangkar…. dalam kondisi segar bugar… Kalau pintu sudah membuka, atau burung sudah menggelepar karena iseng diberi premen karet…. hayo…
Berkaitan dengan keperluan “membuat keluarga juga suka burung” itulah Anda cukup punya satu-dua-tiga burung yang benar-benar gacor-ceriwis. Dengan burung yang gacor dan ceriwis, Anda cukup waktu untuk keluarga dan si gacor-ceriwis bisa membuat orang serumah jatuh cinta.
Memiliki hanya 1-2 burung bagus, juga bisa menjadi sarana Anda berekreasi dengan keluarga ke arena lomba tanpa terbebani pikiran bagaimana merawat burung yang ada di rumah karena memang tidak ada burung lain selain yang Anda bawa ke arena lomba.
Hal ini juga tidak merepotkan ketika datang musim liburan panjang. Karena hanya punya 1-2 burung yang bagus, Anda tidak perlu repot menitipkan ke tetangga, kawan, atau kios burung ketika berlibur panjang. Ya bawa saja sekalian burung-burung Anda untuk ikut liburan ke kampung halaman dan sebagainya. (Ini pernah terjadi dengan kawan saya yang punya kacer dan berlibur selama 1 minggu di Bali dan kebetulan membawa mobil sendiri. Ya… kacernya ikut deh terbang berlibur ke Bali).
Demikian sekelumit nasihat dari saya, semoga bisa menjadi bahan renungan agar hobi burung tidak justru menjadi beban bagi Anda atau minimal tidak menjadi beban keluarga….
Untuk Anda yang sudah telanjur punya banyak momongan, apalagi berkualitas “biasa-biasa” saja, segera saja “lipat” semuanya. Ganti dengan 1-2 burung yang gacor-ceriwis-berkualitas. Saya jamin Anda akan merasakan “kelegaan” hidup yang lebih banyak ketimbang hari-hari sebelumnya serta membuat Anda dan keluarga lebih bergairah. Yakinlah……
Semoga bermanfaat.
Salam,